LIVE
Indeks
Dunia

Tim Curry Berpulang di Usia 80, Jejak Frank-N-Furter dan Pennywise Tetap Abadi

Kabar duka datang dari industri hiburan dunia. Aktor Inggris Tim Curry meninggal dunia pada usia 80 tahun dan meninggalkan jejak panjang lewat tokoh-tokoh yang melekat di memori penonton lintas generasi, termasuk pemirsa di Banda Aceh yang mengenal karyanya lewat film dan serial internasional.

Menurut konfirmasi manajer sekaligus sahabatnya, Marcia Hurwitz, Curry berpulang dengan damai di rumahnya di Toluca Lake, Los Angeles, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kepolisian Los Angeles (LAPD) mencatat petugas merespons laporan terkait kematian pria berusia 80 tahun pada pukul 23.23 waktu setempat.

Awal karier dari London menuju panggung legendaris

Curry lahir di Warrington pada 1946. Setelah menempuh pendidikan tinggi, ia mengawali karier akting lewat produksi musikal rock Hair di London pada 1968. Langkah itu membuka jalan ke sejumlah peran panggung yang kelak membentuk citranya sebagai penampil berani dan ekspresif.

Pada 1973, Richard O’Brien mengajaknya mengikuti audisi untuk musikal baru. Curry terpilih memerankan Dr Frank-N-Furter, ilmuwan flamboyan yang pertama kali ia bawakan di teater lantai atas Royal Court Theatre, London. Popularitas pertunjukan itu tumbuh pesat hingga diangkat ke layar lebar.

Frank-N-Furter dan dampaknya pada budaya pop

Peran Frank-N-Furter menjadi identitas yang paling lekat dengan nama Curry. Ia dianggap memberi ruang lebih lebar bagi keberanian berekspresi di panggung musikal. Akun resmi Rocky Horror Picture Show di Broadway menyampaikan penghormatan, menyinggung semangat kalimat terkenal Don’t dream it, be it.

Aktor Wales Luke Evans, yang pernah membawakan karakter serupa di Broadway, mengenang Curry sebagai sosok berbakat. Dalam suratnya, Evans menyebut perbandingan dirinya dengan Curry sebagai pujian besar, sekalipun ia menilai standar itu hampir mustahil disamai.

Dari Pennywise hingga layar lebar holistik

Di luar musikal kultus itu, Curry menempuh jalur karier yang luas: film, televisi, teater, musik, dan pengisi suara. Pada 1990 ia memerankan badut menakutkan Pennywise dalam adaptasi televisi novel horor Stephen King, It. Enam tahun kemudian ia tampil sebagai Long John Silver dalam Muppet Treasure Island.

Daftar karyanya juga mencakup Annie (1982), The Hunt for Red October, Home Alone 2, Scary Movie 2, Clue (1985), Legend (1985) bersama Tom Cruise, serta thriller Congo (1995). Rentang peran itu memperlihatkan kelenturan Curry dari komedi, petualangan, hingga horor.

  • Dr Frank-N-Furter dalam The Rocky Horror Picture Show
  • Pennywise dalam serial televisi It (1990)
  • Long John Silver dalam Muppet Treasure Island (1996)
  • Peran pendukung di Annie, Clue, Legend, dan Congo

Warisan bagi penonton dan industri hiburan

Kepergian Curry menutup satu bab penting dalam sejarah hiburan berbahasa Inggris yang dinikmati secara global. Bagi banyak penggemar, karakter-karakternya bukan sekadar kostum dan dialog, melainkan penanda keberanian artistik yang memengaruhi aktor muda.

Di Aceh dan kawasan lain di Indonesia, nama Curry sering dikenali lewat tayangan ulang, platform digital, serta komunitas penggemar film kultus. Kabar kepergiannya menjadi pengingat bahwa karya yang kuat tetap hidup meski sang pemeran telah tiada, sambil mendorong penonton menghargai proses kreatif di balik setiap tokoh ikonik.

Keluarga, rekan seprofesi, dan publik hiburan dunia menyampaikan belasungkawa. Curry dikenang sebagai seniman yang menyeberangi batas genre dengan konsisten dan meninggalkan katalog peran yang terus dibicarakan.

Sumber: Republika.

Tag: Tim Curry, Rocky Horror, Frank-N-Furter, Pennywise, aktor Inggris, film dunia, Los Angeles, hiburan internasional