Nama Mayka Sungkar kembali muncul di radar motorsport nasional menjelang Putaran 3 Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026. Navigator muda itu akan mendampingi ayahnya, Rifat Sungkar, di Sirkuit Bhayangkara Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur, pada 29–30 Agustus 2026. Bagi pembaca di Banda Aceh dan sekitarnya yang mengikuti jejak keluarga pembalap Indonesia, lomba ini menjadi momen penting untuk melihat perkembangan kerja sama ayah-anak di kabin rally.
Dua putaran sebelumnya telah memberi pengalaman berharga. Kini Mayka menghadapi situasi berbeda: lintasan yang belum pernah ia kenali secara mendalam, dengan karakter teknis yang memaksa navigator bekerja lebih teliti. Adaptasi cepat menjadi kunci, terutama dalam menyusun informasi yang disampaikan kepada pengemudi di setiap tikungan dan sekian meter jalan yang berubah karakter.
Karakter Sirkuit Bhayangkara yang Menuntut Ketelitian
Sirkuit Bhayangkara Kejayan dikenal cenderung bergelombang atau bumpy. Lebar jalur relatif sempit, sementara permukaan didominasi batu. Kombinasi itu memengaruhi laju mobil dan menuntut komunikasi yang padat antara pereli dan navigator. Kesalahan kecil dalam membaca kondisi bisa berimbas pada stabilitas kendaraan maupun waktu tempuh stage.
Bagi kru yang baru pertama kali menghadapi konfigurasi serupa di putaran ini, persiapan visual dan pencatatan detail menjadi pekerjaan rumah utama. Permukaan berbatu juga menambah risiko, sehingga pemilihan garis dan pengaturan kecepatan harus lebih hati-hati dibanding lintasan yang lebih rata atau lebar.
Peran Pace Note di Tangan Navigator Muda
Tantangan terbesar Mayka bukan sekadar mengenal denah sirkuit. Ia harus menerjemahkan karakter bumpy, sempit, dan berbatu ke dalam pace note yang rapi serta mudah dibaca di bawah tekanan waktu. Pace note yang akurat membantu pengemudi memutuskan kapan menahan gas, kapan membuka kecepatan, dan bagaimana menyiapkan mobil sebelum masuk bagian kritis.
Dalam sprint rally, jendela waktu untuk koreksi sangat sempit. Informasi yang terlambat atau kurang spesifik bisa membuat respons di kemudi kurang optimal. Karena itu, latihan menyusun dan membaca ulang catatan menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan menjelang start putaran ketiga.
Penilaian Rifat Sungkar soal Lintasan dan Komunikasi
Rifat Sungkar, yang kembali memegang kemudi, menilai putaran di Pasuruan sebagai kesempatan mengukur kemajuan Mayka dalam membuat serta menafsirkan pace note. Menurutnya, karakter Sirkuit Bhayangkara yang bergelombang dan tidak terlalu lebar, ditambah dasar jalan banyak batu, membuat pola kecepatan berbeda dan pace note menjadi lebih sibuk.
Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan di lintasan teknis tidak hanya soal tenaga mesin atau keberanian pengemudi. Sinkronisasi dua orang di dalam mobil—satu fokus mengemudi, satu fokus memberi arahan—menentukan apakah kru mampu menjaga ritme tanpa kehilangan kontrol di bagian berbahaya.
Jejak Keluarga Sungkar dan Harapan di Putaran Ketiga
Keterlibatan Mayka meneruskan tradisi keluarga Sungkar di dunia motorsport. Pendampingan di kejurnas sprint rally memberi ruang belajar nyata yang sulit digantikan simulasi semata. Setiap putaran menambahkan data lapangan: bagaimana merespons permukaan longgar, bagaimana menyesuaikan nada suara saat menyampaikan catatan, dan bagaimana tetap tenang saat mobil diguncang undulasi.
Putaran 3 di Pasuruan berpotensi menjadi tolok ukur baru. Jika pace note tersusun rapi dan komunikasi di kabin mengalir, kru ayah-anak itu berpeluang menampilkan performa lebih matang dibanding awal musim. Sebaliknya, lintasan berbatu akan segera mengungkap celah apabila persiapan catatan kurang lengkap.
Bagi penggemar balap di Aceh yang mengikuti berita nasional, kisah navigator muda di level kejurnas mengingatkan bahwa regenerasi di motorsport Indonesia berjalan lewat jam terbang di lintasan sesungguhnya. Hasil akhir putaran tetap bergantung pada eksekusi selama 29–30 Agustus 2026, namun fokus pada detail pace note sudah menandai arah pembinaan yang serius.
Dengan karakter sirkuit yang menantang, publik motorsport menunggu bagaimana Mayka dan Rifat menyesuaikan strategi. Kerja sama yang solid di kabin akan menjadi faktor penentu di antara deretan peserta Putaran 3 Kejurnas Sprint Rally 2026.
Sumber: Sindo News.
