LIVE
Indeks
Teknologi

Tim AI UNM Bawa Sistem Pantau Septik Pintar ke Final TTG Bekasi 2026

Isu sanitasi perkotaan kembali mendapat sorotan lewat capaian riset kampus. Pusat Nusa Mandiri Excellent Center of Artificial Intelligence and Innovation atau NEX.Ai Universitas Nusa Mandiri (UNM) memastikan tempat di babak final Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kota Bekasi 2026. Mereka mengusung sanitasi cerdas UNM lewat perangkat pemantauan tangki septik yang dirancang sederhana, terjangkau, dan bisa dipakai bersama warga. Bagi pembaca di Banda Aceh dan kota-kota pesisir lain, model pengawasan preventif seperti ini relevan karena tantangan saluran limbah rumah tangga kerap muncul di kawasan padat.

Kompetisi tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian Bekasi PRIDE Award 2026. Fokus utamanya menyeleksi gagasan teknologi yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar demo laboratorium.

Apa itu SEPTiQ-BEKASI dan persoalan yang dijawab

Inovasi yang dibawa tim bernama SEPTiQ-BEKASI, kependekan dari Sistem Inspeksi Cerdas Tangki Septik On-Demand dengan Reader Komunal. Perangkat ini bertujuan membantu warga memeriksa kondisi tangki septik secara teratur, terdokumentasi, dan sebelum masalah menyebar ke lingkungan sekitar.

Ketua NEX.Ai, Dr Ali Khumaidi, menegaskan rancangan berorientasi pada pemukiman yang membutuhkan solusi praktis. Menurut keterangan yang dirilis Selasa, 1 September 2026, teknologi harus menjawab kebutuhan nyata, bukan hanya tampil canggih di atas kertas. Konsepnya menekankan harga terjangkau serta pemakaian komunal agar beban biaya per rumah tangga lebih ringan.

Cara kerja sensor, status, dan saluran informasi warga

Secara teknis, SEPTiQ-BEKASI menggabungkan sensor ultrasonik, mikrokontroler, serta reader yang dipakai bersama di tingkat komunitas. Data hasil pemeriksaan dikelompokkan dalam tiga status: Normal, Waspada, atau Penuh. Informasi itu kemudian bisa diakses lewat kode QR maupun pesan WhatsApp, sehingga petugas atau warga tidak harus selalu membuka tutup tangki secara manual.

Pendekatan on-demand dan edge computing dipilih agar pemrosesan tetap dekat dengan lokasi pemakaian. Reader komunal menjadi kunci menekan ongkos, karena satu unit layanan dapat melayani banyak tangki di satu kawasan tanpa memaksa setiap rumah membeli perangkat lengkap.

Babak final, juri BRIN, dan kunjungan pejabat Bekasi

Di panggung final, tim NEX.Ai memaparkan SEPTiQ-BEKASI di hadapan tiga juri ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Perhatian juri tertuju pada kombinasi pemantauan sesuai permintaan, komputasi di tepi jaringan, dan skema reader bersama yang menekan biaya operasional.

Stan pameran juga dikunjungi Kepala Bapperida Kota Bekasi bersama Wakil Wali Kota Bekasi. Kehadiran pejabat itu menjadi kesempatan memperkenalkan peran perguruan tinggi dalam menyuplai gagasan sanitasi kota. Dr Ali menilai lolos final merupakan kebanggaan sekaligus dorongan untuk menyempurnakan prototipe agar lebih mudah direplikasi di wilayah lain.

Arah riset kampus digital dan manfaat lintas daerah

UNM yang menempatkan diri sebagai kampus digital bisnis mendorong pertemuan antara dosen, mahasiswa, perangkat teknologi, dan persoalan warga. Partisipasi NEX.Ai di TTG Bekasi diposisikan sebagai bukti bahwa riset kampus dapat diarahkan ke solusi konkret, mulai dari pemukiman padat di Jawa hingga kota-kota di Sumatera yang menghadapi tekanan serupa pada sistem limbah domestik.

Untuk masyarakat Aceh, termasuk Banda Aceh, pembelajaran utamanya terletak pada pola kolaborasi: pemantauan preventif, kanal digital yang sudah familiar seperti WhatsApp, serta pembiayaan komunal. Tanpa mengklaim penerapan langsung di lapangan setempat, pola itu bisa menjadi rujukan diskusi kebijakan sanitasi perkotaan yang lebih terukur.

Ke depan, tim menyatakan akan terus memperbaiki keberlanjutan perangkat agar manfaatnya menjangkau lebih banyak komunitas. Informasi resmi seputar UNM dan jalur penerimaan mahasiswa baru tersedia melalui kanal daring kampus tersebut. Capaian final ini menandai satu langkah kecil, namun terarah, dalam mengaitkan kecerdasan buatan dengan kebutuhan dasar lingkungan sehat.

Sumber: Republika.

Tag: sanitasi cerdas, NEX.Ai UNM, TTG Bekasi, tangki septik, inovasi kampus, teknologi tepat guna, Bekasi PRIDE, edge computing