Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla Jambi BNPB kembali dipercepat setelah luas area terdampak mencapai 1.776 hektare. Pemerintah pusat menempatkan Provinsi Jambi dalam daftar enam wilayah prioritas penanganan, dengan penguatan satgas darat dan udara melalui operasi gabungan. Bagi pembaca di Banda Aceh dan wilayah Sumatra lainnya, perkembangan ini penting dipantau karena pola asap lintas provinsi kerap memengaruhi kualitas udara regional.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memimpin rapat koordinasi teknis penanganan karhutla di Ruang Rapat Bandara Sultan Thaha Saifuddin, Kota Jambi. Forum tersebut merinci skema dukungan pusat agar personel di lapangan bekerja lebih efektif dan berkelanjutan.
Rapat Koordinasi di Bandara Sultan Thaha
Pertemuan teknis digelar untuk menyelaraskan langkah kementerian, lembaga, serta unsur daerah yang sudah berada di lokasi terdampak. Suharyanto menekankan bahwa analisa lapangan menuntut satgas darat beroperasi secara maksimal, bukan sekadar respons sporadis.
Dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, 3 September 2026, ia menegaskan kesiapan BNPB menyiapkan dukungan keuangan. Dukungan itu mencakup pemberian uang semangat bagi petugas gabungan yang terlibat langsung dalam pemadaman dan pendinginan lahan.
Dukungan Keuangan untuk Personel Lapangan
Skema bantuan keuangan diarahkan kepada personel TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, hingga warga yang turut membantu. Langkah ini dinilai memperkuat motivasi sekaligus menjaga daya tahan regu yang bertugas berhari-hari di medan panas dan berasap.
Menurut Kepala BNPB, dukungan finansial merupakan bagian dari strategi keseluruhan agar kinerja satgas darat tidak menurun di tengah luas area yang masih memerlukan pendinginan. Efektivitas pemadaman di lapangan menjadi dasar keputusan untuk menambah stimulus operasional tersebut.
Hampir Enam Ribu Personel Dikerahkan
Saat ini tercatat 5.984 personel digelar untuk pemadaman dan pendinginan di wilayah terdampak Jambi. Angka itu menggambarkan skala operasi gabungan yang melibatkan banyak instansi, sehingga koordinasi logistik dan rotasi regu menjadi krusial.
BNPB juga akan mengoptimalkan dukungan terhadap satgas udara agar pemetaan titik panas, water bombing, dan pemantauan asap berjalan selaras dengan gerakan darat. Kombinasi kedua satgas diharapkan mempercepat penutupan hotspot dan menekan risiko api muncul kembali.
- Provinsi prioritas karhutla: enam wilayah, termasuk Jambi
- Luas lahan terbakar di Jambi: 1.776 hektare
- Jumlah personel pemadaman dan pendinginan: 5.984 orang
- Unsur gabungan: TNI, Polri, BPBD, damkar, relawan, masyarakat
Implikasi bagi Pemantauan Asap di Sumatra
Meski pusat operasi berada di Jambi, dampak kabut asap berpotensi merambat ke koridor Sumatra jika cuaca dan angin tidak mendukung. Masyarakat di Banda Aceh diimbau mengikuti informasi resmi BNPB dan BMKG, terutama saat musim kemarau memperbesar risiko titik api di sejumlah provinsi.
Penguatan satgas di Jambi menjadi sinyal bahwa pemerintah pusat tidak longgar terhadap karhutla di wilayah prioritas. Keberhasilan operasi gabungan akan diukur dari penurunan luas lahan aktif terbakar serta stabilnya kualitas udara di sekitar area rawan.
Dengan skema uang semangat, penambahan fokus pada satgas darat, serta sinergi udara, BNPB berharap penanganan di Jambi semakin terkendali. Koordinasi teknis yang dipimpin langsung Kepala BNPB menjadi tonggak agar seluruh unsur bergerak dalam satu komando yang jelas dan terukur.
Sumber: Sindo News.
