LIVE
Indeks
Nasional

Agum Gumelar: HUT Pepabri ke-67 di Surabaya Jadi Pengingat Jasa Pahlawan

Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri atau Pepabri memutuskan Kota Surabaya sebagai lokasi puncak peringatan HUT Pepabri Surabaya ke-67. Acara yang dijadwalkan Sabtu, 12 September 2026, mengusung tema Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa. Pengumuman itu disampaikan Ketua Umum Pepabri Jenderal TNI (HOR) Agum Gumelar di Kantor Pepabri, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 8 September 2026.

Bagi pembaca di Banda Aceh dan seluruh Aceh, pesan persatuan serta penghormatan terhadap sejarah nasional tetap relevan. Para purnawirawan di daerah turut menjadi bagian dari jaringan pengabdian yang sama, meski puncak perayaan digelar di Jawa Timur. Semangat menjaga keutuhan bangsa menjadi benang merah yang menghubungkan berbagai wilayah, termasuk Aceh.

Alasan Surabaya Dipilih sebagai Kota Puncak Peringatan

Agum Gumelar menegaskan pemilihan Surabaya bukan tanpa alasan. Kota Pahlawan dipilih agar masyarakat, terutama generasi muda, kembali mengingat sejarah perjuangan bangsa. Pendekatan serupa pernah dipakai saat puncak HUT Pepabri sebelumnya di Makassar pada 2025.

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenali sejarahnya sendiri dan menghormati jasa para pahlawan. Semangat perlawanan warga Surabaya terhadap penjajah, katanya, harus terus dikenang dan diwariskan. Dengan menggelar puncak HUT di kota itu, Pepabri ingin menghidupkan kembali memori kolektif tentang pengorbanan masa lalu.

Tema Api Perjuangan dan Makna bagi Purnawirawan

Tema Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa mencerminkan dua arah sekaligus. Pertama, menumbuhkan kesadaran sejarah. Kedua, menegaskan bahwa pengabdian purnawirawan dan warakawuri belum berhenti meski masa dinas aktif telah usai.

Agum menyampaikan bahwa para mantan prajurit dan anggota Polri yang tergabung di Pepabri masih ingin memberi kontribusi bagi negara. Peringatan HUT ke-67 menjadi momentum untuk memperlihatkan komitmen itu secara terbuka kepada publik.

Konteks Nasional dan Resonansi di Aceh

Meski pusat acara berada di Surabaya, isu yang diangkat bersifat nasional. Persatuan bangsa dan penghormatan sejarah menjadi topik yang menyentuh seluruh daerah, termasuk Banda Aceh. Di Aceh, komunitas purnawirawan TNI dan Polri juga hidup dalam kerangka yang sama: menjaga stabilitas sosial dan menularkan nilai kebangsaan kepada generasi penerus.

Peringatan semacam ini dapat dibaca sebagai ajakan agar warga di berbagai pelosok, dari ujung barat Indonesia hingga kota-kota lain, tidak melupakan akar perjuangan. Bagi portal lokal seperti Liputan Aceh, berita ini penting karena memperlihatkan bagaimana organisasi purnawirawan nasional merawat narasi persatuan tanpa membatasi diri pada satu wilayah saja.

Jadwal dan Harapan ke Depan

Puncak HUT ke-67 Pepabri digelar pada 12 September 2026 di Surabaya, Jawa Timur. Hingga pengumuman di Jakarta, rincian rangkaian acara lengkap belum dijabarkan secara rinci dalam keterangan tersebut. Yang ditegaskan adalah tujuan moral: mengingatkan sejarah, menghormati pahlawan, dan memperkuat persatuan.

  • Organisasi: Pepabri (purnawirawan dan warakawuri TNI-Polri)
  • Ketua Umum: Jenderal TNI (HOR) Agum Gumelar
  • Lokasi puncak: Surabaya
  • Tanggal puncak: 12 September 2026
  • Tema: Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa

Dengan memilih Surabaya, Pepabri menempatkan memori Kota Pahlawan sebagai cermin bagi generasi kini. Harapannya, api perjuangan tidak padam dan semangat persatuan tetap terjaga di seluruh tanah air, termasuk di Aceh. Masyarakat diimbau menjadikan peringatan ini sebagai pengingat bahwa sejarah bukan sekadar cerita lama, melainkan modal bersama untuk menjaga keutuhan bangsa.

Sumber: Sindo News.

Tag: HUT Pepabri, Agum Gumelar, Surabaya, purnawirawan TNI, persatuan bangsa, Pepabri 67, sejarah perjuangan, Banda Aceh