Seruan aksi damai SEMMI kembali mengemuka dari Jakarta setelah Pengurus Pusat Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia menyampaikan sikap resmi terkait dinamika politik dan rencana unjuk rasa. Bagi pembaca di Banda Aceh, imbauan ini relevan sebagai pengingat agar ruang demokrasi tetap terjaga tanpa mengorbankan ketertiban umum.
Konferensi pers digelar Selasa, 25 Agustus 2026, dipimpin Ketua Umum PP SEMMI Zulhadi Ariza. Organisasi mahasiswa itu menegaskan pentingnya persatuan nasional agar masyarakat tidak mudah terpancing isu yang berpotensi memecah belah.
Sikap resmi terkait rencana unjuk rasa Pati
PP SEMMI merespons rencana aksi masyarakat Pati yang dijadwalkan 27 Agustus 2026. Mereka menilai perbedaan pandangan sah dalam demokrasi, termasuk hak menyampaikan protes secara terbuka.
Namun organisasi itu menolak cara penyampaian aspirasi yang mengganggu ketertiban, merusak fasilitas publik, atau mengarah pada ancaman terhadap pemerintahan. Menurut mereka, unjuk rasa yang sehat justru memperkuat kredibilitas tuntutan warga.
Jaga persatuan agar tak mudah terprovokasi
Dalam pernyataan sikapnya, PP SEMMI mengajak seluruh elemen masyarakat menahan diri dari provokasi pihak yang ingin mengambil keuntungan politik dari ketegangan. Persatuan disebut sebagai modal utama menjaga stabilitas kebangsaan.
Pesan serupa pantas dicermati komunitas mahasiswa di Aceh, termasuk di Banda Aceh, yang kerap aktif menyuarakan isu publik. Aspirasi tetap bisa keras dan tegas tanpa harus merusak suasana damai di ruang kota.
Kondusivitas di tengah gempa NTT dan karhutla
PP SEMMI juga mengingatkan bahwa Indonesia sedang menghadapi tekanan sosial akibat bencana. Gempa bumi di Nusa Tenggara Timur serta kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah disebut sebagai situasi yang menuntut empati dan fokus penanganan.
Di momen seperti itu, aksi di jalan yang berujung kekacauan dinilai dapat mengalihkan perhatian dari kebutuhan korban dan kerja kemanusiaan. Menjaga kondusivitas menjadi bagian dari tanggung jawab kolektif.
Demokrasi yang tertib tetap dihormati
Organisasi mahasiswa Muslim itu menegaskan penghormatan terhadap hak protes. Yang ditolak bukan suaranya, melainkan metode yang merugikan publik luas dan berpotensi memperkeruh situasi nasional.
- Hormati perbedaan pandangan politik
- Sampaikan aspirasi tanpa perusakan fasilitas
- Jaga ketertiban umum selama aksi
- Utamakan empati terhadap daerah terdampak bencana
Dengan kerangka itu, PP SEMMI berharap wacana publik tetap sehat dan tidak digiring ke arah polarisasi. Mahasiswa dan masyarakat sipil diharapkan menjadi penyejuk, bukan penambah api ketegangan.
Bagi warga Banda Aceh dan Aceh umumnya, seruan tersebut bisa dibaca sebagai ajakan menjaga budaya dialog yang sudah lama hidup di daerah. Aspirasi daerah tetap penting, tetapi cara menyampaikannya menentukan apakah pesan itu didengar atau justru ditolak publik.
Pada akhirnya, imbauan Zulhadi Ariza dan jajaran PP SEMMI menempatkan kedamaian serta solidaritas kebangsaan sebagai prioritas di tengah rencana aksi dan beban bencana yang sedang berlangsung.
Sumber: Okezone.
