Upaya menjaga pasokan BBM NTT kembali menjadi sorotan setelah PT Pertamina Patra Niaga memperkuat stok di Fuel Terminal (FT) Reo. Langkah itu dilakukan agar kebutuhan masyarakat di kawasan terdampak gempa tetap terlayani, termasuk di wilayah Manggarai Raya. Bagi pembaca di Banda Aceh dan daerah rawan bencana lain, pola pemulihan energi pascabencana seperti ini menjadi catatan penting soal ketahanan distribusi.
Pada Senin, 24 Agustus 2026, kapal MT Musi bersandar di dermaga FT Reo dan membongkar 200.000 liter Pertalite. Volume tersebut disesuaikan dengan kapasitas aman tangki penerimaan. Manajemen terminal memastikan stok tetap dalam ambang yang terkendali sebelum muatan disalurkan ke titik-titik layanan.
Kapal keempat sejak masa tanggap darurat
MT Musi tercatat sebagai armada keempat yang sandar di FT Reo sejak 18 Agustus 2026, atau tiga hari setelah gempa pada 15 Agustus. Menurut VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, penerimaan muatan ini ditujukan untuk menjaga stok pada tingkat aman pascabencana.
Saat pembongkaran, tangki terminal masih menyimpan sekitar 300.000 liter dari total kapasitas 500.000 liter. Setelah selesai di Reo, kapal dijadwalkan bertolak ke Fuel Terminal Waingapu agar rantai pasok antarwilayah tetap bergerak. Pendekatan berlapis itu menekan risiko kekosongan di beberapa titik distribusi.
Jangkauan distribusi dan total volume masuk
Pertalite dari FT Reo diarahkan ke wilayah operasional yang mencakup Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, serta sebagian Manggarai Timur. Sejak gempa, total BBM yang masuk dan disalurkan lewat terminal tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2.000.000 liter. Komposisinya meliputi Pertamax, Pertalite, Biosolar, dan avtur.
Angka agregat itu menandai intensitas pengiriman laut yang ditingkatkan dalam waktu relatif singkat. Dengan stok beragam jenis bahan bakar, kebutuhan transportasi darat, logistik, dan penerbangan dapat ditopang secara bersamaan tanpa mengorbankan satu segmen pengguna.
Mitigasi jalur darat yang sempat terputus
Di sisi darat, FT Reo menghadapi kendala akses di ruas menuju SPBU Borong di Manggarai Timur. Untuk mencegah pasokan terhenti, diterapkan skema melangsir BBM dari mobil tangki ke drum, menyeberangkan melewati titik putus atau jembatan, lalu memindahkan sisa muatan ke unit tangki penerima pada hari berikutnya.
Pada hari yang sama dengan kedatangan MT Musi, uji coba pengiriman penuh memakai mobil tangki berkapasitas 8.000 liter langsung ke arah Borong juga dijalankan. Langkah bertahap itu memperlihatkan penyesuaian operasional di lapangan agar SPBU tetap dapat melayani warga meski infrastruktur belum sepenuhnya pulih.
- Pembongkaran 200.000 liter Pertalite di FT Reo dari MT Musi
- Stok terminal sekitar 300.000 liter dari kapasitas 500.000 liter
- Akumulasi pasokan pascagempa sekitar 2.000.000 liter berbagai jenis BBM
- Rencana sandar MT Kilian dengan sekitar 500.000 liter avtur
Antisipasi avtur untuk Bandara Komodo
Selain Pertalite, pada 24 Agustus 2026 kapal MT Kilian direncanakan sandar di dermaga FT Reo membawa sekitar 500.000 liter avtur. Pasokan itu disiapkan mengantisipasi lonjakan kebutuhan di Bandara Komodo, Labuan Bajo, seiring meningkatnya aktivitas penerbangan pascabencana dan masuknya periode puncak kunjungan wisata.
Pengamanan avtur menjadi bagian dari strategi energi yang lebih luas: bukan hanya bahan bakar kendaraan roda empat dan logistik darat, tetapi juga penopang konektivitas udara yang krusial bagi evakuasi, bantuan, dan pemulihan ekonomi lokal. Sinergi antara terminal BBM dan bandara diharapkan menjaga kelancaran pergerakan penumpang serta kargo.
Secara keseluruhan, rangkaian sandar kapal, penyesuaian kapasitas tangki, dan skema distribusi darat menunjukkan respons berjenjang Pertamina Patra Niaga di NTT. Pengalaman memulihkan rantai BBM di kawasan kepulauan pascabencana dapat menjadi rujukan pembelajaran bagi daerah lain di Indonesia, termasuk Aceh, dalam merancang cadangan energi dan jalur alternatif saat akses utama terganggu. Pemantauan stok dan kelancaran pengiriman ke SPBU tetap diperlukan hingga kondisi infrastruktur stabil.
Sumber: Sindo News.
