Kebakaran kontrakan Koja kembali mengingatkan warga tentang bahaya penyimpanan bahan bakar di pemukiman padat. Insiden di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Rawabadak Utara, Jakarta Utara, Rabu (2/9/2026), membuat tiga penghuni rumah sewa menderita luka bakar. Lokasi kejadian berada di RT 03/RW 14, relatif dekat Halte Plumpang, kawasan yang ramai dilalui pekerja dan penglaju.
Bagi pembaca di Banda Aceh dan sekitarnya yang memiliki keluarga atau kerabat di ibu kota, peristiwa ini relevan sebagai pengingat praktis. Banyak warga Aceh merantau ke Jakarta dan menempati hunian sewa sempit. Risiko serupa bisa muncul bila bensin disimpan di dekat dapur atau area memasak.
Lokasi dan Waktu Kejadian di Rawabadak Utara
Api melanda bangunan kontrakan di kawasan Koja pada Rabu, 2 September 2026. Titik kebakaran tercatat di Jalan Yos Sudarso RT 03/RW 14, Kelurahan Rawabadak Utara. Kawasan itu termasuk wilayah padat hunian di Jakarta Utara, dengan lalu lintas kendaraan yang padat menuju dan dari arah Plumpang.
Petugas pemadam setempat segera bergerak setelah laporan masuk. Fokus awal penanganan adalah memadamkan api serta mengevakuasi penghuni yang terpapar panas dan nyala api. Tiga orang dari dalam kontrakan dilaporkan mengalami luka bakar dan membutuhkan penanganan medis.
Urutan Peristiwa: Distribusi Bensin Berpapasan dengan Memasak
Kasi Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, memaparkan kronologi yang memicu kobaran api. Saat itu, dua unit sepeda motor sedang mendistribusikan bensin ke tempat penyimpanan di area kontrakan. Bersamaan dengan proses tersebut, tetangga korban sedang memasak di dekat lokasi.
Menurut penjelasan pejabat itu, api dari kompor menjalar ke area kontrakan yang menyimpan bensin. Perambatan dipicu tumpahan bensin yang jatuh saat pemindahan bahan bakar. Uap dan cairan mudah terbakar itu menjadi jembatan bagi nyala api dari aktivitas memasak tetangga.
- Dua motor digunakan untuk menyalurkan bensin ke tempat simpan.
- Aktivitas memasak tetangga berlangsung pada waktu yang sama.
- Tumpahan bensin memudahkan api kompor menyambar ke kontrakan.
- Tiga penghuni mengalami luka bakar akibat paparan api.
Dampak Korban dan Respons Petugas Damkar
Akibat langsung kebakaran adalah cedera bakar pada tiga orang yang menghuni kontrakan. Identitas lengkap korban belum menjadi fokus publikasi awal, namun kondisi mereka menuntut penanganan medis segera setelah api dikendalikan. Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Utara menegaskan pentingnya cepat memutus sumber nyala dan mengamankan sisa bahan bakar.
Kejadian ini juga menyoroti risiko ganda di hunian sewa: aktivitas dapur dan penyimpanan bensin dalam jarak dekat. Di kawasan padat seperti Koja, jarak antarunit sering sempit sehingga satu kobaran kecil dapat meluas cepat jika ada cairan mudah terbakar.
Pelajaran Keselamatan untuk Warga Perantau dan Keluarga di Aceh
Meski peristiwa terjadi di Jakarta Utara, pola risikonya familiar bagi banyak keluarga Aceh yang menyewa kamar atau rumah di kota besar. Menyimpan bensin di dalam atau dekat dapur, apalagi saat ada proses pemindahan tanpa wadah tertutup, memperbesar peluang percikan api berubah menjadi musibah.
Langkah sederhana yang bisa diterapkan di kontrakan mana pun mencakup pemisahan area memasak dari bahan bakar, menghindari penuangan bensin di dekat kompor menyala, serta memastikan ventilasi memadai. Warga juga dianjurkan mengenal jalur evakuasi dan nomor darurat pemadam setempat.
Liputan Aceh mencatat bahwa berita nasional semacam ini tetap berguna bagi pembaca Banda Aceh untuk menyegarkan kewaspadaan, terutama menjelang musim kemarau atau saat konsumsi bensin eceran meningkat di lingkungan padat. Komunikasi rutin dengan kerabat di Jakarta soal kondisi hunian dapat membantu mencegah tragedi serupa.
Secara keseluruhan, kebakaran di Rawabadak Utara menegaskan bahwa kombinasi tumpahan bensin dan api kompor sangat berbahaya di kontrakan padat. Tiga korban luka bakar menjadi bukti konkret bahwa prosedur penyimpanan dan pemindahan bahan bakar harus lebih ketat, baik di ibu kota maupun di hunian sewa di daerah lain.
Sumber: Sindo News.
