Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-43 di Jayapura menjadi panggung bagi Wali Kota Abisai Rollo untuk menegaskan bahwa olahraga gaya hidup bukan sekadar seremoni tahunan. Di hadapan warga pada hari Jumat, ia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat menempatkan aktivitas fisik sebagai bagian rutin dari keseharian, bukan hanya ketika ada perhelatan resmi.
Ajakan itu disampaikan di tengah rangkaian kegiatan yang diisi jalan santai dan senam bersama. Menurut pejabat kepala daerah tersebut, momentum Haornas pantas dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran kolektif soal kebugaran, kesehatan, dan produktivitas warga Kota Jayapura.
Haornas Lebih dari Sekadar Prestasi Olahraga
Abisai Rollo menekankan bahwa makna olahraga jauh melampaui urusan medali atau kompetisi. Ia menilai aktivitas fisik berperan langsung menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran masyarakat luas. Dengan kondisi fisik yang baik, warga dinilai lebih siap menghadapi tuntutan kerja dan kehidupan urban yang padat.
Peringatan Haornas ke-43, kata dia, layak dijadikan titik balik agar olahraga tidak lagi dipandang sebagai kegiatan musiman. Pemerintah kota berharap peringatan ini mendorong perubahan sikap: dari ikut-ikutan saat ada acara menjadi kebutuhan pribadi yang dilakukan secara konsisten.
Ruang Publik dan CFD sebagai Arena Bergerak
Salah satu pesan konkret yang disampaikan Wali Kota adalah pemanfaatan ruang publik. Kawasan Car Free Day atau CFD disebut sebagai contoh fasilitas yang sudah tersedia dan perlu diisi aktivitas positif. Warga diimbau tidak membiarkan ruang tersebut sepi dari gerakan tubuh yang bermanfaat.
Selain menambah kebugaran, olahraga di ruang terbuka dinilai mempererat interaksi sosial antarwarga. Kebiasaan berkumpul sambil bergerak, menurut Abisai, dapat menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus menanamkan pola hidup yang lebih sehat di lingkungan sekitar.
ASN Diminta Jadi Teladan Rutin Berolahraga
Secara khusus, aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura diminta aktif berolahraga secara berkala. Ajakan ini ditujukan agar pegawai negeri menjadi contoh bagi masyarakat umum. Jika ASN konsisten menjaga kebugaran, pesan hidup sehat dinilai lebih mudah diterima publik.
Pemerintah kota juga menegaskan bahwa Haornas tidak boleh berhenti pada upacara atau foto bersama. Momentum tersebut diharapkan berlanjut menjadi kesadaran bahwa olahraga adalah kebutuhan, bukan pelengkap agenda tahunan belaka. Masyarakat yang bugar diyakini akan menopang laju pembangunan daerah.
Semangat Serupa Relevan bagi Pembaca di Banda Aceh
Bagi pembaca di Banda Aceh dan sekitarnya, semangat yang disuarakan dari Jayapura tetap relevan. Pesan menjadikan olahraga gaya hidup dapat menjadi bahan renungan bersama tanpa harus menunggu perhelatan nasional. Ruang publik, jalur pedestrian, dan area terbuka di ibu kota Aceh pun berpotensi diisi aktivitas fisik yang teratur bila warga bersepakat menjaga kebugaran.
Intinya sama: kesehatan kolektif menopang produktivitas. Ketika warga dan aparatur terbiasa bergerak, beban pelayanan publik dan kegiatan ekonomi sehari-hari cenderung lebih ringan karena sumber daya manusia tetap bugar. Itulah benang merah yang ingin ditarik dari peringatan Haornas di Jayapura.
Dengan mengakhiri rangkaian Haornas ke-43, Pemerintah Kota Jayapura menaruh harapan agar ajakan Abisai Rollo tidak pudar setelah acara usai. Olahraga yang masuk ke dalam ritme harian diyakini menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup warga sekaligus fondasi pembangunan kota yang berkelanjutan.
Sumber: Republika.
