LIVE
Indeks
Nasional

500 Pegiat Iklim ASEAN Perkuat Aksi Bersama lewat Pelatihan Regional

Sebanyak 500 pegiat iklim ASEAN berkumpul dalam program Climate Reality Leadership Corps Training guna memperkuat kapasitas, jejaring, dan kepemimpinan menghadapi krisis iklim. Forum yang digagas The Climate Reality Project ini menekankan kolaborasi lintas negara serta pemanfaatan data digital agar aksi di kawasan lebih terarah, termasuk relevansinya bagi daerah pesisir seperti Aceh yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Forum regional bahas sains hingga pembiayaan iklim

Kegiatan tersebut mempertemukan peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara. Materi mencakup perkembangan ilmu pengetahuan iklim, ketahanan energi ASEAN, skema pembiayaan solusi iklim, ketahanan pangan dan air, isu kesehatan, kepemimpinan generasi muda, serta mobilitas hijau.

Para peserta juga dilatih keterampilan praktis untuk mendorong aksi di komunitas masing-masing. Pendekatan ini dinilai penting agar pengetahuan tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan berlanjut menjadi gerakan di tingkat lokal dan nasional.

Al Gore paparkan dampak dan platform Climate TRACE

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat sekaligus pendiri The Climate Reality Project, Al Gore, menyampaikan presentasi utama. Ia menguraikan perkembangan krisis iklim, dampak yang kian terasa, serta opsi solusi yang tersedia, dengan sorotan khusus pada Asia Tenggara.

Dalam kesempatan itu, Al Gore memperkenalkan Climate TRACE, platform berbasis data untuk melacak sumber dan lokasi emisi gas rumah kaca secara lebih rinci di berbagai belahan dunia. Menurutnya, data yang lebih transparan dapat mendukung aksi iklim yang lebih tepat sasaran.

Pengalaman Indonesia dan jejaring Asia

Amanda Katili Niode, yang pernah menjabat Direktur The Climate Reality Project Indonesia, berbagi pengalaman lebih dari 17 tahun membangun komunitas Climate Reality Leaders. Ia menegaskan nilai pelatihan terlihat dari cara alumni membawa pengetahuan ke lingkungan masing-masing, memperkuat jejaring, dan mengajak publik berpartisipasi.

Pengalaman itu kini berlanjut melalui The Climate Reality Project Asia, yang menghubungkan lebih dari 4.000 Climate Reality Leaders di kawasan. Jaringan ini membuka ruang tukar pengalaman, pembelajaran bersama, serta kolaborasi lintas batas negara.

  • Penguatan kepemimpinan dan komunikasi publik
  • Pelibatan kaum muda dan komunitas lokal
  • Pemanfaatan data emisi untuk aksi terarah
  • Kolaborasi regional di bidang energi, pangan, dan air

Arti penting bagi kawasan dan daerah pesisir

Pelatihan menegaskan bahwa kepemimpinan iklim tidak cukup hanya berbekal pengetahuan teknis. Kemampuan membangun jejaring, menggerakkan warga, dan menyambungkan inisiatif antarnegara dinilai krusial untuk mempercepat respons di Asia Tenggara.

Bagi pembaca di Banda Aceh dan wilayah pesisir lainnya, isu ketahanan air, pangan, serta mitigasi risiko iklim menjadi bagian dari diskusi yang sama. Kolaborasi regional diharapkan memberi rujukan praktik yang dapat disesuaikan dengan konteks daerah tanpa mengabaikan data dan sains.

Dengan pertemuan 500 peserta dan jejaring ribuan pemimpin iklim di Asia, program ini menempatkan kerja sama lintas negara sebagai fondasi menghadapi krisis yang semakin kompleks. Langkah berikutnya bergantung pada tindak lanjut alumni di komunitas, lembaga, dan kebijakan setempat.

Sumber: Liputan6.

Tag: krisis iklim, Asia Tenggara, Climate Reality, Al Gore, emisi karbon, kolaborasi regional, ketahanan iklim, pemuda