LIVE
Indeks
Nasional

Asap di Basement Gedung KPK Bukan Api, Fogging Picu Sistem Otomatis

Kabupaten berita nasional kembali menyoroti Komisi Pemberantasan Korupsi setelah munculnya asap di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2026). Bagi pembaca di Banda Aceh dan wilayah Aceh lainnya, klarifikasi resmi lembaga antikorupsi itu penting agar informasi yang beredar tidak memicu spekulasi. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan tidak ada kebakaran di kompleks tersebut.

Laporan awal ke Command Center Damkar menyebut adanya indikasi kebakaran sekitar pukul 11.25 WIB. Tiga unit mobil pemadam beserta 14 personel tiba di lokasi sekitar pukul 11.32 WIB dan segera melakukan operasi. Status di lapangan kemudian berubah: api dinyatakan sudah padam, dan fokus petugas beralih pada pengeluaran asap dari area basement.

Penjelasan resmi KPK soal sumber asap

Budi Prasetyo menyampaikan konfirmasi tegas bahwa Gedung Merah Putih KPK tidak terbakar. Kegiatan fogging sedang berlangsung di area gedung. Asap dari proses fogging itu terdeteksi perangkat fire fighting, yang kemudian merespons secara otomatis dengan mengeluarkan asap atau media pemadam.

Menurut keterangan juru bicara, mekanisme tersebut dirancang untuk meredam potensi percikan pada perangkat elektronik. Peristiwa terpusat di basement, tepatnya di ruang baterai UPS. Penjelasan ini membedakan antara asap teknis dari fogging dan indikasi kebakaran sesungguhnya yang sempat dikhawatirkan publik.

Respons Damkar dan kronologi di lapangan

Informasi kebakaran diterima petugas pemadam sekitar pukul 11.25 WIB. Kedatangan dalam hitungan menit menunjukkan standar respons cepat di kawasan padat Jakarta Selatan. Setelah menilai situasi, personel Damkar melanjutkan proses pengeluaran asap dari basement alih-alih pemadaman api aktif.

Kehadiran tiga mobil dan 14 petugas menjadi catatan operasional yang relevan bagi pemantau isu keselamatan gedung pemerintahan. Status “api sudah padam” pada laporan lapangan sejalan dengan bantahan KPK bahwa tidak ada kobaran api yang perlu dipadamkan secara manual dalam skala besar.

Mitigasi di basement dan ruang baterai UPS

Tim Biro Umum KPK melakukan penyisiran dan pengecekan di sejumlah area sebagai langkah antisipasi. Mereka juga mem-vakum sisa asap agar sirkulasi udara di basement segera pulih. Fokus pada ruang baterai UPS menegaskan bahwa sistem deteksi bereaksi terhadap asap fogging di zona peralatan listrik cadangan.

  • Fogging memicu sensor fire fighting
  • Respons otomatis di ruang baterai UPS basement
  • Vakum asap dan pengecekan area lain oleh Biro Umum
  • Damkar mengamankan lokasi dan mengeluarkan sisa asap

Langkah mitigasi itu ditujukan untuk mencegah risiko lanjutan, termasuk gangguan pada perangkat elektronik dan kualitas udara di ruang bawah tanah. KPK menekankan bahwa proses pengecekan masih berjalan sebagai bentuk kehati-hatian operasional.

Implikasi informasi bagi publik di daerah

Bagi masyarakat Aceh yang mengikuti isu pemberantasan korupsi dan keamanan fasilitas negara, rincian kronologi ini menolong memisahkan fakta teknis dari rumor kebakaran. Gedung Merah Putih sering menjadi simbol kerja KPK; kekeliruan informasi visual asap mudah tersebar cepat di media sosial tanpa konteks fogging dan sistem otomatis.

Klarifikasi juru bicara, waktu laporan Damkar, jumlah personel, serta lokasi basement UPS membentuk rangkaian fakta yang konsisten. Tidak ada pernyataan pejabat yang menyebut adanya kobaran api atau kerusakan struktural akibat kebakaran. Yang terjadi adalah deteksi asap fogging yang mengaktifkan proteksi kebakaran pada perangkat elektronik.

Dengan penegasan resmi tersebut, aktivitas di Gedung Merah Putih KPK dapat dipahami sebagai insiden teknis terbatas, bukan bencana kebakaran. Pemantauan lanjutan tetap bergantung pada hasil pengecekan internal Biro Umum dan dokumentasi Damkar di lokasi.

Sumber: Liputan6.

Tag: Gedung Merah Putih, asap KPK, fogging gedung, Damkar Jakarta, basement UPS, klarifikasi KPK, Budi Prasetyo, Kuningan